IMPLEMENTASI METODE MIND MAPPING DALAM MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU

Oleh:
Made Vanda Novita
SMPN 4 Laung Tuhup

Pendahuluan

Pendidikan harus dikelola secara sadar dan terencana dengan manajemen kualitas proses dan mutu yang baik yang  dilaksanakan oleh tenaga-tenaga kependidikan yang profesional. Pengelolaan yang dilakukan oleh guru yang berkualitas dan profesional akan dapat menghantarkan peserta didik menjadi manusia-manusia yang berkualitas yang mampu membangun dirinya dan membangun bangsa. Guru, selaku tenaga profesional tersebutlah yang akan mampu menghantarkan terwujudnya cita-cita tujuan pendidikan seperti yang dinyatakan dalam Undang-undang.

Pemerintah melalui peraturan yang dikeluarkan, telah berupaya sekuat tenaga untuk membangun mutu pendidikan di Indonesia dengan tindakan nyata melakukan sertifikasi guru. Undang-undang Guru dan Dosen yang ditetapkan merupakan langkah nyata upaya peningkatan mutu guru dan peningkatan kesejahterannya. Melalui sertifikasi yang telah dijalankan, pemerintah akan mendapatkan tenaga pendidik yang profesional. Atas profesinya itu, guru berhak mendapat imbalan berupa tunjangan profesi dari pemerintah sebesar satu kali gaji pokok.

Harapan  selanjutnya adalah, para  guru  tidak  hanya  sekadar atas nama sebagai guru profesional, akan tetapi yang benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selaku sosok guru yang utuh. Sebagaimana dijelaskan oleh Masnur Muslich (2009: 7-8) guru yang utuh memiliki kompetensi profesional yang  terdiri atas kemampuan:  a) mengenal secara mendalam peserta   didik yang hendak dilayaninya; 2) menguasai bidang ilmu sumber bahan ajaran, baik dari segi  substansi dan metodologi  bidang ilmu  (disciplinary content knowledge), maupun pengemasan bidang ilmu menjadi bahan ajar dalam kurikulum (pedagogical contenst knowledge); 3) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, mencakup: perancangan program pembelajaran berdasarkan  serangkaian keputusan situasional, dan implementasi program pembelajaran termasuk penyesuaian sambil jalan (inidoursey berdasarkan on going transactional decisions   berhubungan dengan adjustments dan reaksi unik (ideosyncratic) dari peserta didik terhadap tindakan guru; 3) mengakses proses dan hasil pembelajaran, 4) menggunakan hasil asesmen terhadap proses dan hasil pembelajaran dalam rangka perbaikan pengelolaan pembelajaran secara berkelanjutan.

Komponen-kompetensi sebagai sosok guru yang utuh tersebut,  ketika  telah dijalankan guru secara sadar  dan bertanggung jawab maka kualitas proses dan hasil  pembelajaran akan dapat menuai hasil yang maksimal. Namun, tidak selamanya  apa yang diharapkan mesti berjalan dengan baik, berbagai faktor yang mempengaruhi setiap tujuan yang hendak dicapai. Demikian juga yang terjadi pada proses pembelajaran yang dilakukan guru SMPN 4 Laung Tuhup di Kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 bahwa nilai rata-rata prestasi belajar Agama Hindu siswa belum  mencapai 61,90 dengan  tingkat  ketuntasan  belajar  yang hanya mencapai  29%.

Hal itu menuntut evaluasi berkelanjutan dari guru dalam rangka mewujudkan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Karena jika tidak maka tahapan perkembangan kognitif dan afektif siswa tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Bagi siswa yang kemampuannya belum memenuhi tahap ketuntasan belajar, akan mengalami kesulitan jika pelajaran dilanjutkan ke tahap berikutnya. Untuk itu, dibutuhkan pemikiran dan pertimbangan menyangkut strategi dan metode pembelajaran yang efektif dan cocok digunakan agar penyampaian materi pelajaran dapat berjalan secara maksimal.

Sebagai upaya memperbaiki mutu pendidikan utamanya pada mata pelajaran Agama Hindu, alternatif tindakan yang dilakukan guru adalah perbaikan proses pembelajaran menggunakan metode Mind Mapping yang diimplementasikan dalam model pembelajaran Kuantum. Penggunaan metode dan model ini didasarkan pada pemikiran bahwa setiap orang dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang tinggi jika dikenalkan pada suatu hal yang baru. Yang harus dilakukan adalah proses penyampaian yang dilakukan harus dapat mengundang keinginan siswa untuk dapat melakukannya sehingga tercapai kepuasan diri karenanya. Pembelajaran dengan rnenerapkan metode dan model ini merupakan salah satu metode pembelajaran khususnya menyangkut keterampilan guru dalam merancang, mengembangkan dan mengelola sistem pembelajaran sehingga guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan menggairahkan. Sehubungan dengan materi yang akan disampaikan pada mata pelajaran Agama Hindu menyangkut masalah Yadnya maka metode dan model tersebutlah yang dipandang efektif dalam pembelajaran sebagai solusi dalam mengatasi masalah rendahnya prestasi belajar siswa Kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 yang disusun dengan judul “Implementasi Metode Mind Mapping dalam Model Pembelajaran Kuantum Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Agama Hindu Siswa”.

Metode

Subjek penelitian adalah siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Laung Tuhup dengan jumlah siswa yang beragama Hindu 21 orang yang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki dan 7 orang siswa perempuan. Dipilihnya kelas ini, karena ditemukan permasalahan rendahnya pemahaman konsep pengetahuan siswa pada mata pelajaran agama Hindu khususnya pada pemahaman Konsepsi  Yadnya  Agama Hindu. Di samping hal tersebut, siswa kelas VIII sebagian besar masih cenderung  pasif dalam kegiatan belajar. Selama kegiatan belajar mengajar, siswa jarang sekali yang mengajukan pertanyaan, gagasan atau menanggapi pertanyaan serta memberikan respons dalam proses pembelajaran.  

Untuk mengatasi permasalahan tersebut Guru menggunakan Metode mind mapping yang diimplementasikan dalam model pembelajaran kuantum dan pemahaman konsep siswa tentang materi  yadnya. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan yang dibuat oleh Model Elliot.

Penelitian yang dirancang terdiri dari dua siklus dengan alokasi waktu  dan materi yang sudah ditetapkan.

Adapun prosedurnya adalah mulai dari ide umum. Ide itu dicek dan bila perlu dilakukan perbaikan-perbaikan, ditinjau lagi, dibuat perecanaan menyeluruh, dilakukan tindakan, dimonitor, dicari kebenarannya, dicek yang belum, baik untuk tindakan selanjutnya. Selanjutnya, sesudah itu dibuat lagi perencanaan untuk tindakan ke-2 berdasar ide umum atau masalah umum, dilakukan perbaikan/perubahan, dicek ulang atau ditinjau lagi ide-ide yang sudah didapat, dibuat perencanaan ulang secara menyeluruh, lalu dilakukan tindakan, kemudian dimonitor dan dievaluasi untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data pengetahuan dan keterampilan mind mapping yang dimplementasikan model pembelajaran kuantum pada siswa dan data pemahaman Pengetahuan konsep siswa. Data Pengetahuan mind mapping dan keterampilan kuantum siswa diambil dengan menggunakan Tes hasil prestasi belajar siswa yaitu Pengetahuan dan keterampilan mind mapping kuantum siswa 

Teknik pengumpulan data tentang pemahaman konsep siswa  dalam penelitian ini menggunakan teknik tes. Alat pengumpulan data berupa tes Prestasi belajar agama  pada materi  Memahami dan Menceritakan Konsepsi Yadnya  dalam Agama Hindu dalam bentuk Pilihan Ganda, Isian Singkat dan Uraian (Essay).

Data penelitian  didapatkan dari data Pengetahuan mind mapping dan keterampilan kuantum siswa dan pemahaman konsep siswa tentang Memahami dan Menceritakan Konsepsi Yadnya dalam Agama Hindu. selanjutnya dianalisis dan hasilnya dipergunakan untuk mengetahui efektivitas hasil pembelajaran mind mapping yang diimplementasikan pada pelajaran agama Hindu dalam materi Memahami dan Menceritakan Konsepsi Yadnya  dalam Agama Hindu.

Data   yang  sudah   terkumpul   kemudian   dianalisis   menggunakan   metode analisis  deskriptif  kuantitatif,   dengan  mencari  mean, median, modus,  membuat interval  kelas dan melakukan  penyajian  dalam bentuk  tabel dan grafik.

Indikator Keberhasilan  Penelitian

Batas keberhasilan dalam penelitian yang menandai bahwa penelitian tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya disusun dalam sebuah indikator keberhasilan. Untuk penelitian ini diusulkan pada siklus I mencapai nilai rata-rata 70 dan siklus II mencapai nilai rata-rata 70 atau lebih dengan tingkat ketuntasan belajar secara kelompok mencapai presentase minimal 80%. Adapun prosedurnya adalah mulai dari ide umum. Ide itu dicek dan bila perlu dilakukan perbaikan-perbaikan, ditinjau lagi, dibuat perecanaan menyeluruh, dilakukan tindakan, dimonitor, dicari kebenarannya, dicek yang belum, baik untuk tindakan selanjutnya. Selanjutnya, sesudah itu dibuat lagi perencanaan untuk tindakan ke-2 berdasar ide umum atau masalah umum, dilakukan perbaikan/perubahan, dicek ulang atau ditinjau lagi ide-ide yang sudah didapat, dibuat perencanaan ulang secara menyeluruh, lalu dilakukan tindakan, kemudian dimonitor dan dievaluasi untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Hasil

Setelah dilakukan penelitian dengan pemberian tindakan sesuai metode dan model pembelajaran yang telah direncanakan, diperoleh hasil belajar sesuai yang diharapkan. Penjabaran mengenai jalannya penelitian, penjelasannya akan dilakukan persiklus.

Untuk melihat efektivitas pembelajaran penerapan metode mind mapping yang diimplementasikan  model pembelajaran kuatum dalam upaya meningkatkan keterampilan kuantum dan pemahaman pada Konsepsi  yadnya dalam Agama Hindu, perlu ditetapkan indikator kinerja.  Di samping itu penetapan indikator kinerja dapat dipakai sebagai target pencapain dalam penelitian. Keberhasilan penelitian ini dilihat dari peningkatan pengetahuan mind mapping dan keterampilan kuantum siswa serta KKM.

Akhimya dengan penerapan metode dan model yang benar sesuai teori yang ada peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I dapat diupayakan dan mencapai rata-rata 69,29, Namun rata-rata tersebut belum maksimal karena hanya 11 orang siswa yang bisa menuntaskan diri dan memperoleh nilai sesuai bahkan ada di atas KKM sedangkan yang lainnya belum. Dan prosentase ketuntasan belajar mereka baru mencapai 52%, Hal tersebut terjadi akibat penggunaan metode Mind Mapping dan model pembelajaran Kuantum belum maksimal dapat dilakukan disebabkan penerapannya baru dicobakan sehingga peneliti masih belum mampu melaksanakannya sesuai alur teori yang benar.

Pada siklus ke II perbaikan prestasi belajar siswa diupayakan lebih maksimal dengan peneliti membuat perencanaan yang lebih baik, menggunakan alur dan teori dari metode Mind Mapping dan model pembelajaran Kuantum dengan benar dan lebih maksimal. Peneliti giat memotivasi siswa agar giat belajar, memberi arahan-arahan, menuntun mereka untuk mampu menguasai materi pelajaran pada mata pelajaran Agama Hindu lebih optimal. Akhirnya dengan semua upaya tersebut peneliti mampu meningkatkan prestasi belajar siswa pada siklus II menjadi rata-rata 76,19. Prosentase ketuntasan belajar yang dapat dicapai pada siklus II ini adalah 90%. Upaya-upaya yang maksimal tersebut menuntun pada suatu keberhasilan bahwa metode Mind Mapping dan model pembelajaran Kuantum mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.

Penerapan model pembelajaran  Metode mind mapping yang diimplimentasikan dalam model pembelajaran  Kuantum  memberikan dampak positif pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Laung Tuhup Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya Tahun Pelajaran 2018/2019 dan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian, penelitian penerapan model pembelajaran  Metode mind mapping yang diimplementasikan dalam model pembelahjaran Kuantum dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Hindu  melalui penerapan metode Mind mapping yang diimplementasikan model pembelajaran Kuantum siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Laung Tuhup Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya

Pembahasan

Pengamatan awal terhadap mata pelajaran Agama Hindu siswa Kelas VIII semester II tahun pelajaran 2018/2019 memperoleh nilai rata-rata 61,90 menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran ini masih sangat rendah mengingat kriteria ketuntasan minimal siswa untuk mata pelajaran Agama Hindu di SMPN 4 Laung Tuhup adalah 70, Dengan nilai yang sangat rendah seperti itu maka peneliti berusaha untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa menggunakan metode Mind Mapping  yang diimplementasikan dalam model pembelajaran Kuantum.

Akhimya dengan penerapan metode dan model yang benar sesuai teori yang ada peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I dapat diupayakan dan mencapai rata-rata 69,29, Namun rata-rata tersebut belum maksimal karena hanya 11 orang siswa yang bisa menuntaskan diri dan memperoleh nilai sesuai bahkan ada di atas KKM sedangkan yang lainnya belum. Dan prosentase ketuntasan belajar mereka baru mencapai 52%, Hal tersebut terjadi akibat penggunaan metode Mind Mapping dan model pembelajaran Kuantum belum maksimal dapat dilakukan disebabkan penerapannya baru dicobakan sehingga peneliti masih belum mampu melaksanakannya sesuai alur teori yang benar.

Pada siklus ke II perbaikan prestasi belajar siswa diupayakan lebih maksimal dengan peneliti membuat perencanaan yang lebih baik, menggunakan alur dan teori dari metode Mind Mapping dan model pembelajaran Kuantum dengan benar dan lebih maksimal. Peneliti giat memotivasi siswa agar giat belajar, memberi arahan-arahan, menuntun mereka untuk mampu menguasai materi pelajaran pada mata pelajaran Agama Hindu lebih optimal. Akhirnya dengan semua upaya tersebut peneliti mampu meningkatkan prestasi belajar siswa pada siklus II menjadi rata-rata 76,19. Prosentase ketuntasan belajar yang dapat dicapai pada siklus II ini adalah 90%. Upaya-upaya yang maksimal tersebut menuntun pada suatu keberhasilan bahwa metode Mind Mapping dan model pembelajaran Kuantum mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.

Penerapan metode dan model pembelajaran ini membantu siswa menguasai bagian-bagian materi secara lebih detail yang akhirnya berujung pada penguasaan materi secara keseluruhan. Selain itu, metode dan model ini meningkatkan persepsi siswa yang lebih baik terhadap proses yang dilakukan guru dan mampu membuat siswa lebih terkesan dalam mengikuti proses belajar mengajar.  Kelebihan yang lain bahwa model ini mampu meningkatkan kegairahan guru dalam mengajar dan meningkatkan kesungguhan siswa mengikuti proses belajar mengajar yang selalu menuntut kesiapan siswa untuk menerima ujian-ujian dari guru dan mampu membuat dan menguatkan persepsi serta kesan siswa tentang pelaksanaan pembelajaran yang aktif mengikuti cara penemuan dalam model konstruktivisme.

Simpulan

Semua kegiatan yang telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya mulai dari pelaksanaan awal, pelaksanaan siklus I maupun pelaksanaan siklus II berikut semua hasil-hasil yang telah diperoleh dapat disampaikan simpulan seperti berikut.

Metode Mind Mapping yang diimplementasikan dalam pelaksanaan model pembelajaran Kuantum mampu membuat siswa belajar aktif, senang, dan mampu menggairahkan mereka untuk giat belajar, lebih berkonsentrasi, membuat daya pikir mereka lebih berkembang, dapat membuat suasana belajar lebih nyaman, siswa lebih berani menyampaikan pendapat dan mampu memahami lebih dalam apa yang diajarkan sehingga memperoleh prestasi belajar sesuai harapan .

Metode Mind Mapping dan model pembelajaran Kuantum sangat efektif dalam memecahkan masalah pembelajaran apabila mampu dilakukan dengan baik, begitu pula apabila guru mampu menerapkan teori yang benar sesuai model tersebut.

Bukti-bukti berikut dapat dipakai acuan dalam menjawab pencapaian peningkatan proses pembelajaran dan peningkatan prestasi siswa adalah:

Dari data awal ada 15 siswa mendapat nilai di bawah KKM, pada siklus I menurun menjadi 10 siswa dan pada siklus II hanya 2 siswa mendapat nilai di bawah KKM.

Nilai rata-rata awal 61,90 meningkat menjadi 69,29 pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 76,19.

Dari data awal siswa yang tuntas hanya 6 orang sedangkan pada siklus I menjadi lebih banyak yaitu 11 siswa dan pada siklus II menjadi cukup banyak yaitu 19 siswa.

Presentasi ketuntasan belajar awal yang baru mencapai 29%, pada siklus I meningkat menjadi 52% dan pada siklus II meningkat menjadi 90%.

Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh berdasar uraian sebelurnnya yang berupaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut:

Dalam melaksanakan pembelajaran disarankan agar guru-guru membuat persiapan yang matang dan mampu menentukan atau memilih metode­ metode yang benar-benar bisa diterapkan bersama dengan model pembelajaran Kuantum untuk memperoleh hasil yang optimal.

Disarankan bagi guru yang ingin meningkatkan prestasi belajar siswa, hendaknya lebih sering melatih siswa dengan metode-metode Mind Mapping, penugasan, presentasi, diskusi, walau dalam taraf yang sederhana. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut siswa nantinya akan mampu menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga mereka akan lebih berhasil.

Daftar Pustaka

Achmadi, Abu. H. Metodologi Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara

Arikunto, S. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Oka Punyatmadja, IB. 1993. Pañca Śraddha Denpasar: Upada Sastra.

Sudhartha, Cok Rai, 2001.     Upadesa Tentang Ajaran-Ajaran Agama Hindu. Paramita Surabaya.

Sukardika, 2004. Menata Bali Kedepan Kebijakan Cultural Pendidikan dan Agama. Denpasar : CV. Bali Media Adhi Karsa.

Triguna, Ida Bagus 1987. Teori Tentang Simbol. Denpasar : Penerbit Widya Dharma UNHI.

Wisnu, Wardana, 2008. Pendidikan Agama Hindu. Tri Agung.

Zaman Nurul. 2005. Metodelogi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Def’orter Bobby, dkk.  1999. Quantum  Teaching.  Bandung:  Kaifa

Buzan,  Tony.   2008.  Buku  Pintar   Mind  Map.  Jakarta   : PT.  Gramedia   Pustaka Utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *