MEMUDAHKAN AKSES PEMBELAJARAN AGAMA HINDU MELALUI APLIKASI WHATSAPP

Oleh:
Ni Putu Bidariyani
Bidariyani 753@gmail.com

Pendahuluan

Tahun ajaran baru 2020 di tengah pandemi Covid-19 menjadi sebuah tantangan besar bagi pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI). Berbagai kebijakan penyesuaian kurikulum telah dilakukan agar tetap dan terus bisa memberikan pendidikan yang menjadi hak para pelajar. https://republika.co.id/berita/qg2mnr415/tantangan-kebijakan-pembelajaran-di-tengah-pandemi

Beberapa pemerintah daerah memutuskan menerapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar secara dalam jaringan (selanjutnya disebut daring) atau online. Sistem pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan secara daring.

Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online). Hal ini sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Kegiatan pembelajaran jarak jauh yang harus dilakukan oleh semua guru dan siswa memberikan warna tersendiri dalam dunia pendidikan. Walaupun kegiatan pembelajaran jarak jauh sudah sering dilakukan oleh sebagian orang, akan tetapi banyak diantara mereka yang masih mengalami masalah dalam pelaksanaannya.

Adapun permasalahan yang muncul dari pembelajaran secara daring yaitu: minimnya kemampuan akses materi ajar secara online, tidak semua orang tua mampu mendampingi anak belajar di rumah, serta rendahnya tingkat pemahaman siswa saat memahami materi ajar karena tidak dalam pengawasan langsung dari guru dalam proses belajar. Berdasarkan survey terhadap 10 orang jumlah siswa kelas IX SMP N 2 Kubutambahan hanya 3 orang siswa (30%) yang mampu mengakses materi pembelajaran pada masa pandemi covid-19.

Dari permasalahan tersebut, maka telah diupayakan untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan menerapkan pembelajaran daring melalui aplikasi Whatsapp untuk memudahkan akses materi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti.

Selanjutnya penelitian dilaksanakan terhadap siswa kelas IX di SMP N 2 Kubutambahan Kabupaten Buleleng pada semester I tahun pelajaran 2020/2021. Adapun subjek penelitiannya adalah siswa kelas IX. Sementara objek penelitiannya adalah akses terhadap materi pembelajaran Agama Hindu dan Budi Pekerti melalui Whatsapp pada masa pandemi covid-19

Pengambilan data melalui kusioner metode survey yang dibagikan melalui Whatsapp Group kelas IX yaitu berupa instrumen survey. Pelaksanaan kegiatan penelitian ini  dilaksanakan dalam dua siklus melalui empat tahapan yaitu : 1)perencanaan, 2)pelaksanaan, 3)observasi, dan 4)refleksi. Adapun  indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah kompetensi siswa di dalam mengakses materi pembelajaran Agama Hindu dan Budi Pekerti sebanyak 80%.

Pembelajaran Daring

Pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa, tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Hal ini sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet.

Guru dapat melakukan pembelajaran bersama diwaktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat memastikan siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda.

Aplikasi Whatsapp pada Pembelajaran Daring

Aplikasi WhatsApp yang saat ini sedang populer, meskipun  sebelumnya sebagian orang telah menggunakannya untuk kepentingan  chat dengan para teman ataupun keluarga besar. Akan tetapi, saat ini WhatsApp Group menjadi media pembelajaran yang cukup mudah diakses oleh guru dan siswa selama pembelajaran di masa pandemi. Dalam WhatsApp Group terjadi interaksi antara guru dengan siswa selama pembelajaran berlangsung.

WhatsApp Group digunakan oleh lembaga pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Para pendidik harus memberikan pengajaran dengan konsep baru, serta cara jitu pendidik dalam mengontrol para peserta didik melalui WhatsApp Group. 

Pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) interaksi guru dan siswa terjadi pada WhatsApp Group. Guru biasanya cenderung memberikan tugas kepada siswa terkait aktivitas membaca.

Pembahasan

Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya penguasaan teknologi yang masih rendah oleh tenaga pendidik atau siswa, keterbatasan sarana dan prasarana, jaringan internet, biaya dan lain sebagainya. Semua keterbatasan tersebut tentu harus kita sikapi dengan bijaksana, walaupun menjadi suatu rintangan yang sangat besar akan tetapi harus kita jadikan tantangan bagi kita semua, baik sebagai guru maupun siswa. https://guruberbagi. kemdikbud. go.id/artikel/masa-pandemi-covid-19-rintangan-atau-tantangan-bagi-kita/

Hal ini dikarenakan melalui aplikasi whatsapp memudahkan semua anak mengkases materi pembelajaran dan aplikasi ini cukup mudah untuk gunakan oleh semua orang termasuk siswa  IX dalam melaksanakan pembelajaran di rumah sehingga tidak perlu pendampingan penuh dari orang tua.

Sehingga dari alternatif pemecahan masalah di atas, maka dapat dikemukakan sebuah penelitian dengan judul “Penerapan Metode Pembelajaran Daring Melalui Whatsapp Untuk Meningkatkan Siswa Di Dalam Mengakses Materi Pembelajaran Agama Hindu Dan Budhi Pekerti Siswa Kelas IX SMPN 2 Kubutambahan Pada Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021”.

Pelaksanaan kegiatan penelitian ini didukung dengan hasil kajian literatur  terdahulu sebagai berikut : Sofyana dan Rozaq  dengan judul penelitian “Pembelajaran Daring Kombinasi Berbasis Whatsapp Pada Kelas Karyawan Prodi Teknik Informatika Universitas PGRI Madiun” pada tahun 2019. Dan penelitian yang dilakukan oleh Sadikin Ali dan Hamidah Afreni dengan judul “Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19” pada tahun 2020.

Berdasarkan kajian literatur di atas  apabila Penerapan Metode Pembelajaran Daring Melalui Whatsapp dapat dimaksimalkan, maka diduga dapat meningkatkan kompetisi siswa di dalam mengakses materi pembelajaran Agama Hindu dan Budhi Pekerti di SMP N 2 Kubutambahan pada semester I tahun pelajaran 2020/2021.

Tujuan dari Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas  ini adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa di dalam mengakses materi pembelajaran Agama Hindu dan Budhi Pekerti Siswa Kelas SMP N 2 Kubutambahan pada mase pandemi Covid-19.

Pendidikan Agama Hindu Di Masa Pandemi Covid-19

Peranan Pendidikan Agama Hindu yang kental dengan basic Tripitama (tiga pilar utama) dan Tri Hita Karana sangatlah memiliki pengaruh dalam dunia pendidikan yang terkena dampak corona saat ini. Tiga pilar utama ini antara lain Tattwa (Pengetahuan dalam pendidikan), Susila (Penerapan dalam pendidikan), dan Acara (Daya Kreatifitas dalam pendidikan). Ketiga pilar ini tidak menyurutkan niat siswa untuk belajar dan niat guru untuk mengajar dan belajar. Sehinnga sistem komunikasi antara guru dan siswa terus terjalin secara efektif. Dan realisasi dari Tripitama ini yaitu Tri Hita Karana yang memiliki substansi makna keseimbangan dan keharmonisan. Dalam memandang virus corona ini harus ada kesimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), Adanya komunikasi yang solid antara Manusia dengan sesama manusia, dan Adanya hubungan yang selalu padu antara manusia dengan Alam (Palemahan) /Pertiwi.  https://www.nusabali.com/berita/71823/polemik-pendidikan-hindu-ditengah-wabah-pandemi-covid-19

Kompetensi Siswa Abad 21

Perkembangan dunia abad 21 ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam segala segi kehidupan, termasuk dalam proses pembelajaran. Dunia kerja menuntut perubahan kompetensi. Kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berkolaborasi menjadi kompetensi penting dalam memasuki kehidupan abad 21. Sekolah dituntut mampu menyiapkan siswa/peserta didik memasuki abad 21. Empat kompetensi yang harus dimiliki siswa pada pembelajaran abad 21 diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh peserta didik apabila pendidik mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. https://www.sekolahmenyenangkan.org/kompetensi-siswa-abad-21/

Temuan Hasil Penelitian

Sofyana dan Rozaq. 2019“Pembelajaran Daring Kombinasi Berbasis Whatsapp Pada Kelas Karyawan Prodi Teknik Informatika Universitas PGRI Madiun” Hasil Dari Penelitian Disimpulkan Bahwa 69% Menyatakan Kurang Efektif Pembelajaran Secara Konvensional, Minat  Mahasiswa  Dalam  Pembelajaran  Daring  Sekitar  89%  Berminat  Dan  78%  Setuju Bahwa Dalam .kbhfh8uPenerapannya Dinilai Lebih Efektif Daripada Pembelajaran Konvensional.

Sadikin Ali dan Hamidah Afreni. 2020. “Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19” Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mahasiswa telah memiliki fasilitas-fasilitas dasar yang dibutuhkan untuk mengikuti pembelajaran daring; (2) pembelajaran daring memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaannya dan mampu mendorong munculnya kemandirian belajar  dan  motivasi   untuk  lebih  aktif  dalam  belajar.

Dari uraian-uraian kajian pustaka dan hasil temuan penelitian di atas, maka dapat diduga Penerapan Metode Pembelajaran Daring Melalui Whatsapp Dapat Meningkatkan Kompetensi Siswa Di Dalam Mengakses Materi Pembelajaran Agama Hindu dan Budhi Pekerti Siswa Kelas IX SMPN 2 Kubutambahan Pada Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021.

Simpulan

Berdasarkan pada penjelasan-penjelasan di atas, mengenai situasi pembelajaran Agama Hindu dan Budhi Pekerti di Masa Pandemi Covid-19, maka dapat disimpulkan sebagai berikut, Penerapan Metode Pembelajaran Daring Melalui Whatsapp diduga dapat meningkatkan Kompetensi Siswa di Dalam Mengakses Materi Pembelajaran Agama Hindu dan Budhi Pekerti Siswa Kelas IX SMPN 2 Kubutambahan  Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021.

Daftar Pustaka

Admin. 2016. “Kompetensi Siswa Abad 21   https://www. Sekolah menyenangkan.org/kompetensi-siswa-abad-21/

Aprilya Melati. 2020. “Tren Whatsapp Group Sebagai Media Pembelajaran Di

Masa Pandemi”https://www.qureta.com/post/tren-whatsapp- 

group-sebagai-media-pembelajaran-di-masa-pandemi

Harnani Sri. 2020. “Efektifitas Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi Covid-19”

Daheri Mirzon dkk. 2020. “Efektifitas WhatsApp sebagai Media Belajar

Daring” https://jbasic.org/ index.php/ basicedu/ article/ view/445

Masyarana.2020.Tantangan Kebijakan Pembelajaran Di Tengah Pandemi”https:/ /republika.co.id/berita/qg2mnr415/tantangan-kebijakan-pem

belajaran-di-tengah-pandemi

Prawartana Candra. 2020.“Polemik Pendidikan Hindu Di Tengah Wabah Pandemi Covid-19https://www.nusabali.com/berita/71823/polemik-   

pendidikan-hindu-ditengah-wabah-pandemi-covid-19

Sadikin Ali dan Hamidah Afreni. 2020. “Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19”

Santoso,Mohamad. 2020. “Rintangan dan Tantangan Pembelajaran Di Masa

Pandemi” https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/masa-   

pandemi-covid-19-rintangan-atau-tantangan-bagi-kita/

Sofyana Latjuba dan Rozaq Abdul. 2019 “Pembelajaran Daring Kombinasi

Berbasis Whatsapp Pada Kelas Karyawan Prodi Teknik Informatika Universitas Pgri Madiun”

Sukamiti“Peningkatan Hasil Belajar Siswa” https://media.Neliti.com/media/

publications/220099-peningkatan-hasil-belajar-siswa-dalam-

me.pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *