PENERAPAN WORK FROM HOME AGAMA HINDU PADA PANDEMI COVID-19 MENINGKATKAN KEPRIBADIAN SISWA

Oleh
Ni Ketut Sukarti
niketutsukarti06@gmail.com

Pendahuluan

Pendidikan saat ini merupakan suatu keharusan bagi manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam dunia pendidikan adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan serta merosotnya moral etika para siswa. Pada saat ini pembelajaran terhalang oleh pandemi covid-19 yang mengakibatkan kondisi sosial ekonomi serta keadaan pendidikan  saat ini di lapangan mengalami sebuah kesulitan. Pembelajaran di lakukan dengan cara work from home agar mengurangi penyebaran virus covid-19. Dengan pembelajaran work from home biaya pendidikan menjadi mahal, yang sulit dijangkau bagi kebanyakan masyarakat. Banyak anak-anak kecil yang putus sekolah dan memutuskan untuk mencari uang, anak-anak harus turun ke jalanan karena mereka tidak mampu membayar biaya pendidikan yang begitu tinggi terutama di perkotaan. Kurikulum yang selalu berubah mempengaruhi seluruh aspek dan komponen dalam proses belajar mengajar tersebut.

Pendidikan dijadikan kelinci percobaan dan terlihat ada suatu unsur komersil dalam setiap perubahan yang terjadi dalam pendidikan. Dari kalangan pemerintah selalu menginginkan kenaikan mutu pendidikan. Akan tetapi mereka tidak pernah menyesuaikan dan membandingkan antara tuntutan keinginan yang begitu tinggi dengan kondisi yang real terjadi di lapangan. Bila keadaannya seperti ini, akan sangat sulit untuk menciptakan dunia pendidikan yang baik, dimana proses transformasi ilmu terjadi. Bila diamati lebih dalam, dari faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan di indonesia, akan menimbulkan suatu krisis karakteristik positif dan terjadinya degradasi moral dikalangan pelajar. Mahalnya biaya pendidikan pada masa pandemi covid-19 yang mengharuskan siswa memiliki handpone dan paket data dalam melakukan pembelajaran, para tunas bangsa tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan ada yang tidak lanjut sekolah. Pendidikan moral, etika dan budi pekerti yang minim mereka dapatkan disertai kondisi ekonomi, muncullah benih-benih karakter negatif yang cenderung mengindikasikan sesuatu yang bersifat kriminal. Tentu hal ini tidak pernah kita harapkan akan terjadi pada generasi penerus bangsa .

Fenomena yang terjadi saat ini, bangsa Indonesia memang sangat mengkhawatirkan. Bangsa Indonesia seharusnya mampu berperan aktif dan dapat menemukan solusi dari kekurang belajar pada masa pandemi saat ini, dan peserta didik dapat ikut belajar dengan metode work from home. Pendidikan yang baik pada saat ini adalah pendidikan yang bisa membentuk karakter positif kepada peserta didik. Pendidikan agama di Indonesia adalah salah satu usaha yang bisa diterapkan baik secara formal maupun non formal dalam kehidupan untuk mengatasi turunnya moral dan krisis karakter positif tersebut. Semua agama di Indonesia mengajarkan hal yang baik. Tedapat oknum-oknum tertentu yang menyalahgunakan agama sebagai tameng untuk membenarkan perbuatan yang tidak benar. Disini akan dijelaskan tentang pendidikan agama khususnya agama Hindu seberapa besarkah kontribusi pendidikan agama Hindu dalam membentuk karakter siswa yang beragama Hindu. Pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional tampaknya terdapat konsistensi dan keterkaitan langsung antara rumusan fungsi pendidikan agama dengan tujuan pendidikan nasional yang tertuang pada pasal 3 UU RI Nomor 20 tahun 2003 yaitu : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Pendidikan Agama Hindu adalah agama yang universal yang mengajarkan kepada umat manusia mengenai berbagai aspek kehidupan yang dialami, baik duniawi maupun akhirat. Salah satu diantara ajaran Hindu adalah mewajibkan kepada umat Hindu untuk melaksanakan pendidikan, karena menurut ajaran Hindu pendidikan merupakan kebutuhan hidup manusia yang mutlak untuk harus dipenuhi, demi mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan pendidikan manusia akan mendapatkan berbagai macam ilmu pengetahuan untuk bekal dan kehidupannya. Jiwa dan kepribadian seorang anak serta bagaimana perkembangan anak selanjutnya, semua tergantung bagaimana cara kita memberikan pendidikan utamanya pendidikan agama sebagai modal kepribadian, memeluk agama pada manusia telah dibawa sejak lahirnya, maka agama tersebut akan berkembang dengan adanya pendidikan. Karena adanya agama itu maka manusia disebut homo dinivans (makhluk berketuhanan) atau juga disebut sebagai homo religius (makhluk beragama), karena dengan adanya agama manusia akan mendapatkan ketentraman lahir dan batin. Karena pandemi covid-19 pendidik memberikan pembelajaran melalui work from home melalui media handpone dengan aplikasi whatsapp dan memberi contoh melalui video-video dari youtube dan buku pembelajaran agama hindu.

Pelaksanaan dan Metode Kegiatan

Pembelajaran pada pademi covid-19 mengharuskan pendidik dan peserta didik saling bekerja sama dalam terlaksananya pembelajaran dan tercapainya hasil yang diinginkan dengan demikian metode yang digunakan adalah dengan work from home, belajar melalui youtube, melalui whatsapp dan pada waktu tertentu menggunakan aplikasi zoom dalam pembelajaran agar siswa dapat dengan mudah bertanya jawab dengan pendidik.

Pada pembelajaran work from home terdapat temuan dalam kegiatan pembelajaran yaitu:

  1. Pembelajaran melalui youtube membuat siswa lebih tertarik dalam belajar karena siswa dapat melihat contoh pembelajaran secara langsung dan siswa dapat dengan mudah menerapkannya.
  2. Pemberian tugas melalui aplikasi whatsapp dapat diakses dengan mudah karena mayoritas siswa dan masyarakat dalam penyampaian informasi menggunakan aplikasi whatsapp
  3. Kekurangannya tidak semua siswa mempunyai handpone dan biaya paket data yang mahal membuat beberapa siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran.
  4. Kurang stabilnya sinyal membuat pembelajaran kurang efektif
  5. Guru harus lebih kreatif dan memperhatikan siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran.
Hasil dan Pembahasan

Pembelajaran dalam pademi covid-19 ini mengaruskan siswa untuk belajar dari rumah untuk memenuhi protokol kesehatan yang telah di berikan oleh pemerintah. Guru dan pihak sekolah membuat metode pembelajar baru seperti work from home agar pembelajar tetap berjalan lancar dan siswa mendapakan pembelajaran sesuai kurikulum.Pembelajaran agama hindu dalam membentuk kepribadian siswa sangat penting di bentuk dari usia dini, dengan aplikasi whatsapp, zoom dan youtube mempermudah guru dalam pemberian materi kepada siswa.

Pembelajaran Agama Hindu merupakan pengetahuan kerohanian yang menyangkut soal-soal rohani yang bersifat gaib dan sangat private. Agama berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu dari kata “a” dan “gam”. “A” berarti tidak dan “gam” berarti pergi atau bergerak. Jadi kata agama berarti sesuatu tidak pergi atau bergerak dan bersifat langgeng abadi. Menurut Hindu yang dimaksudkan memiliki sifat langgeng (kekal, abadi, dan tidak berubahubah) hanyalah Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Demikian pula ajaran-ajaran yang diwahyukan-Nya adalah kebenaran abadi yang berlaku selalu sampai kapanpun. Berangkat dari pengertian itulah, maka agama adalah merupakan kebenaran abadi yang mencakup seluruh jalan kehidupan manusia yang diwahyukan oleh Hyang Widhi Wasa melalui para Maha Rsi dengan tujuan untuk menuntun manusia dalam mencapai kesempurnaan hidup yang berupa kebahagiaan yang maha tinggi dan kesucian lahir dan bathin.Keberadaan agama-agama yang ada di dunia ini pada umumnya didasarkan pada pewahyuan Tuhan Yang Maha Esa yang diterima oleh para pendirinya.Tujuan pendidikan agama Hindu telah dirumuskan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat melalui seminar kesatuan tafsir terhadap aspek-aspek agama Hindu sebagai berikut :

  1. Menanamkan ajaran agama Hindu menjadi keyakinan dan landasan segenap kegiatan umat Hindu dalam semua perikehidupannya.
  2. Ajaran agama Hindu mengarahkan pertumbuhan tata kemasyarakatan umat Hindu hingga serasi dengan Pancasila, dasar negara Republik Indonesia.
  3. Menyerasikan dan menyeimbangkan pelaksanaan bagian-bagian ajaran agama Hindu dalam masyarakat antara tatwa , susila dan upacara.
  4. Untuk mengembangkan hidup rukun antar umat berbagai agama

Penerapan work from home agama hindu pada pamdemi covid-19 dalam meningkatkan kepribadian siswa dibentuk melalui ajaran Tri Kerangka Agama Hindu yaitu Tattwa (filsafat), Susila (etika), Upacara (ritual). Dari ketiga kerangka tersebut, dapat dikembangkan menjadi beberapa ajaran agama Hindu yang kemudian diaplikasikan kedalam sebuah praktek upakara atau simbol-simbol yang mencerminkan makna dari ajaran agama tersebut. Jika diibaratkan tattwa itu adalah kepala, susila adalah hati, upacara adalah tangan dan kaki agama. Dapat juga diandaikan sebagai sebuah telor, sarinya adalah tatwa, putih telornya adalah susila dan kulitnya adalah upacara. Telor ini akan busuk jika satu dari bagian ini tidak sempurna. Maka dari itu, ketiga kerangka ini haruslah seimbang. Banyak tattwa yang mampu membuat seseorang menjadi berubah kearah yang lebih positif bila saja seseorang itu mampu  memaknai tattwa tersebut dan mampu disesuaikan dengan kehidupan yang sekarang.

Pembelajaran ini dapat guru sampaikan melalui whatsapp dan memberikan contoh melalui video agar siswa dapat dengan mudah mempraktekannya. Guru harus mampu memberikan pesan-pesan yang menyangkut tentang ajaran agama terutama kepercayaan terhadap Hyang Widhi haruslah ditingkatkan. Kepercayaan dan kepahaman akan adanya Ida Sang Hyang Widhi Wasa, maka akan timbul pemikiran positif yang akhirnya mampu diterapkan oleh para siswa kedalam sebuah tindakan konkret pastinya tindakan konkret tersebut haruslah bersifat positif. Dalam agama Hindu tingkah laku yang baik disebut dengan susila. Agama merupakan dasar tata susila yang kokoh dan kekal. Ibarat bangunan jika landasan/pondasinya tidak kokoh maka niscaya bangunan tersebut akan mudah roboh. Hal inilah yang harus diresapi oleh semua orang khususnya para siswa sebagai generasi bangsa. Banyak kejadian-kejadian yang terjadi akibat dari perbuatan yang melanggar dari ajaran tata susila. Pendidikan ini yang pertama perlu disorot adalah caranya suatu keluarga (orang tua) menanamkan ajaran-ajaran agama Hindu kepada anaknya sejak dini. Jika sejak dini sudah diajarkan, pastinya ketika anak itu dewasa, akan muncul karakter yang baik. Kegiatan-kegiatan yang bersifat sosioreligius harusnya mampu untuk membentuk kepribadian siswa agar menjadi lebih baik. Pandemi covid-19 membuat guru dan siswa menjadi lebih berkembang dengan memanfaatkan media internet dalam pembelajaran dan dapat mengatasi masalah dengan mudah.

Penutup

Penerapan work from home agama hindu pada pamdemi covid-19 dalam meningkatkan kepribadian siswa dibentuk melalui ajaran Tri Kerangka Agama Hindu yaitu Tattwa (filsafat), Susila (etika), Upacara (ritual). Pendidikan Agama Hindu merupakan suatu proses seorang siswa untuk mendapatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan serta mengembangan kepribadian (sikap, sifat dan mental) yang berpedoman pada ajaran agama Hindu (Weda).  Pendidikan agama Hindu harus mampu membentuk kepribadian siswa yang baik dan mampu mengikis krisis moral yang dihadapi siswa sekarang ini. Pendidikan agama Hindu sangat berperan dalam membentuk kepribadian siswa dengan berbagai ajaran Hindu dan praktek-praktek upakara akan mampu membantu proses pembentukan kepribadian yang mengarah ke arah positif. Guru dapat memberikan pembelajaran tentang kepribadian pada masa pandemic covid-19 dengan menggunakan whatsapp, youtube, zoom untuk mempermudah dalam kegiatan belajar menngajar.

DAFTAR PUSTAKA

Duwijo. 2017. Pendidikan agama hindu dan budi pekerti. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang.

Jalaluddin, 2004. Psikologi Agama. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada: Jakarta

Sugiyono.  2017.  Metode  Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Nada Atmaja, I Made. 2010. Etika Hindu. Surabaya : PARAMITA.

Koesoema,Doni. 2010. Pendidikan Karakter. Roma: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Kepausan Salesian.

1 Comment

Add a Comment
  1. Ni Ketut Sukarti,S.Pd.H

    Trimakasih pandunusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *