STRATEGI DAN TANTANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Oleh
Ni Wayan Nita Adnyani
esaedy12@gmail.com

SD BALI PUBLIC SCHOOL
Jln. Drupadi No. 52 Denpasar

Pendahuluan

Akhir- akhir ini, sosmed banyak dibanjiri oleh pemberitaan wabah yang menular yaitu wabah virus Corona ‘Covid-19’. Era kekinian dan kedisinian dalam dunia kesehatan membawa dampak yang maha dasyat pada sektor-sektor yang ada di dunia terlebih khususnya di Indonesia. Sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, menyebabkan dampak yang problematik di segala bidang. Baik dalam sistem pemerintahan, sistem politik, ekonomi, budaya, teknologi maupun pendidikan. Dampak di dunia pendidikan adalah diputuskannya semua peserta didik dirumahkan atau belajar dari rumah oleh pemerintah. Permasalahan pendidikan pun muncul satu-persatu di tengah hantaman keras Covid-19 yang ada. Permasalahan guru dan tenaga kependidikan harus berusaha bekerja dari rumah baik halnya guru dan tenaga kependidikan yang ada pada instansi sekolah Negeri maupun Swasta dari tingkat PG (Play Group) hingga Perguruan Tinggi (PT). Dari tingkat PG hingga PT memiliki permasalahan yang bervariasi.

Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dimana surat edaran ini menekankan bahwa proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media daring (online). Artinya, proses belajar mengajar bagi peserta didik untuk sementara waktu dilakukan di rumah. Sekalipun demikian, peran guru sebagai pendidik tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan media pembelajaran yang ada. Kreativitas mengajar menjadi bagian yang sangat penting dalam sistem pembelajaran daring pada masa Covid-19.

Tidak sedikit persoalan muncul menerpa para praktisi pendidikan di sekolah. Guru yang memiliki peran mulia dalam mendidik peserta didik di sekolah, menghadapi tantangan berat dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Namun muncul polemik masyarakat pada metamorfosa di masa pandemi Covid-19. Hal ini tentu dirasa berat oleh pendidik dan peserta didik. Khusus bagi pendidik, dituntut kreatif dalam penyampaian materi melalui media pembelajaran daring. Ini perlu disesuaikan dengan jenjang pendidikan dalam kebutuhannya. Dampaknya akan menimbulkan tekanan fisik maupun psikis (mental). Tuntutan untuk kreatif dalam mengantisipasi berhentinya proses pembelajaran tatap muka di kelas. Hal ini tentu tidak mudah.

Hasil observasi di SD Bali Public School dari Maret hingga September 2020 terkait dengan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti (selanjutnya disebut PAH-BP) menunjukan bahwa terdapat strategi dan tantangan nyata dalam proses pembelajaran daring (PJJ). Guru PAH-BP diminta kreatif dan melek teknologi sehingga mampu menyesuaikan dengan sigap segala macam bentuk perubahan terkait proses pembelajaran.

Terkait masalah tersebut, dalam tulisan ini digunakan model pengembangan Plomp (1997), yang meliputi lima fase seperti: (1) fase investigasi awal; (2) fase design/perancangan; (3) fase realisasi/konstruksi; (4) fase tes, evaluasi & revisi; dan (5) fase implementasi. Namun, dalam kajian ini hanya sampai pada tahap keempat agar lebih fokus pada strategi dan tantangan pembelajaran PAH-BP.

Tantangan Pembelajaran PAH-BP

Wabah Covid-19 membuat sekolah negeri maupun swasta mencari solusi kreatif agar peserta didiknya selalu dapat pembelajaran dan pengajaran. Kreativitas mengajar guru PAH-BP menjadi penting dalam menghadapi masalah Covid-19. Bagi guru PAH-BP ini menjadi tantangan tersendiri, karena selain pembelajaran juga harus mengedepankan pendidikan karakter kepada peserta didik.

Kreativitas ialah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Akan timbul masalah dalam pelaksanaan pembelajaran daring, jika kreativitas guru PAH-BP rendah. Guru PAH-BP dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19, dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi dalam sistem pembelajaran daring karena guru merupakan jabatan profesional yang terkait langsung di dalam dunia pendidikan dan berinteraksi dengan siswa dalam kesehariannya harus memiliki kreativitas yang tinggi. Terlebih peran guru PAH-BP sebagai pendidik sekaligus pembimbing siswa dalam pembelajaran Agama Hindu dan Budi Pekerti tidak dapat ditinggalkan. Guru PAH-BP mesti melakukan segala cara agar siswa dapat terlayani dengan baik.

Tantangan atau kesulitan guru PAH-BP dan siswa dalam sistem pembelajaran daring merupakan bagian dari dinamika pendidikan masa Covid-19. Guru PAH-BP sebagai kunci keberhasilan pembelajaran, berupaya untuk meningkatkan kreativitas dalam mengajar. Dalam menghadapi permasalahan pembelajaran daring, guru PAH-BP perlu meningkatkan kreativitas. Kreativitas tersebut berkaitan dengan kemampuan guru dalam menciptakan perubahan-perubahan model pengajaran, kemampuan guru melakukan pembenahan-pembenahan kelemahan prosedur atau tahapan pengajaran, kemampuan guru untuk mengeksplorasi (mencari) ide-ide baru, kemampuan guru dalam memanfaatkan kemajuan media teknologi serta berbagai kemampuan lain yang signifikan dengan kategori guru yang kreatif. Tantangan yang dihadapi masing-masing sekolah tentu berbeda-beda. Begitu juga tantangan yang dialami SD Bali Public School dimasa pandemi Covid-19 antara lain;

  • Terbatasnya tatap muka antara pendidik dengan peserta didik,
  • kurangnya SDM beberapa guru yang masih gaptek terhadap mengoprasikan computer maupun HP androidnya, ketika peserta didik dikirimkan video maupun soal berbasis online pendampingan orang tua dalam mendampingi anak-anaknya menjawab soal maupun belajar online kurang, karena orang tua siswa juga memiliki kesibukan yang lain.
  • Keterbatasan dan belum canggihnya orang tua siswa juga dalam mengakses teknologi berbasis online yang diberikan oleh guru dari sekolah. Apalagi kita menyoroti guru yang tidak sama sekali mengenal teknologi, sudahlah ada istilah PR lagi bagi peserta didik. Dalam hal ini Tri Sentral pendidikan seakan tidak beroperasi maksimal akibat Covid-19 ini. Tapi di satu sisi Covid-19 ini mengajarkan kepada semua komponen untuk belajar mengenai sistem belajar online bersama, mengajarkan kepada peserta didik arti dari sebuah kemandirian belajar dan merdeka belajar, memberikan penyadaran kepada orang tua siswa akan pentingnya pendidikan bagi anaknya.

Strategi Mengahadapi Tantangan

Peranan Pendidikan Agama Hindu yang kental dengan dasar Tri Pitama (tiga pilar utama) dan Tri Hita Karana sangatlah memiliki pengaruh dalam dunia pendidikan yang terkena dampak Covid-19 saat ini. Tiga pilar utama ini antara lain Tattwa (Pengetahuan dalam pendidikan), Susila (Penerapan dalam pendidikan), dan Acara (Daya Kreatifitas dalam pendidikan). Ketiga pilar ini tidak menyurutkan niat siswa untuk belajar dan niat guru untuk mengajar dan belajar. Sehinnga sistem komunikasi antara guru dan siswa terus terjalin secara efektif. Dan realisasi dari Tri Pitama ini yaitu Tri Hita Karana yang memiliki substansi makna keseimbangan dan keharmonisan. Dalam memandang Covid-19 ini harus ada kesimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), Adanya komunikasi yang solid antara Manusia dengan sesama manusia, dan Adanya hubungan yang selalu padu antara manusia dengan Alam (Palemahan) /Pertiwi. 

Adapun strategi yang bisa dilakukan dalam mengahadapi tantangan Pembelajaran PAH-BP di tengah wabah pandemi Covid-19 ini antara lain:

Pemanfaatan Media Pembelajaran online

Sistem pembelajaran dapat dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Guru PAH-BP dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Dengan demikian, guru PAH-BP dapat memastikan peserta didik mengikuti pembelajaran dalam waktu bersamaan meskipun di tempat yang berbeda. Guru agama melakukan perubahan dari setiap tindakan konkreat dari segi pembelajaran yang dilakukan. Hal ini terbukti dari hasil observasi yang dilakukan, sebagai contoh guru agama Hindu dan Budi Pekerti telah membuat soal dan kuis secara online dengan memamfaatkan aplikasi google form dan quiziz kemudian dikirimkan (link pembelajaran) ke orang tua siswa. Guru Agama Hindu telah membuat grup WA, selain group WA walikelas agar setiap guru bisa berkomunikasi dengan siswa dan orang tua bisa mempergunakan dan memamfaatkan pembelajaran daring tatap muka virtual dengan memamfataakn aplikaso Zoom Meeting atau Teleconference.

Rasa dan Ego

Guru PAH-BP dalam melakukan proses pembelajaran selalu mempergunakan rasa, dan rasio, serta raga, dalam mengambil keputusan terhadap kesehatan pribadi yang dimiliki. Artinya tidak membuat peserta didik panik di rumah atau guru memebri tugas yang memunculkan stress dan polemik bagi siswa.Guru PAH-BP telah memprioritaskan kerja konkret (nyata) daripada konsep yang tinggi namun tidak tercapai. Dalam menyampaikan materi pembelajaran Guru PAH-BP haruslah memamfaatkan unsur-unsur seni. Menjadi mulia dari seni mengajar kepada siswa, memberikan pemahaman bahwa hidup lebih penting dari tingginya gelar yang dimiliki sebagai dasar dalam membentuk karakter yang beradab kepada peserta didik.

Selalu berkreativiatas

Guru PAH-BP selalu memiliki kreasi untuk menyampaikan proses pembelejaran. Salah satu contoh sederhana yang dilakukan oleh guru PAH-BP dalam memberikan materi pembelajaran bagi siswa di rumah adalah mengirimkan cerita-cerita pendek (ITIHASA) bergambar atau video. Cerita pendek bergambar atau video yang dimaksud tentu berisi nilai-nilai kebenaran kitab Veda. Melalui nilai-nilai tersebut, kebutuhan siswa akan kebenaran Veda dapat terpenuhi. Kreativitas mengajar guru PAH-BP yang semakin meningkat diharapkan dapat menjadi solusi pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Ide-ide kreatif diperlukan dalam mengembangkan sistem pembelajaran daring bagi siswa selama belajar di rumah. Untuk itu, sebagai guru PAH-BP diharapkan dapat terus mengembangkan diri dan berupaya untuk terus meningkatkan daya kreativitas dalam mengajar selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

Memanfaatkan Teknologi Kekinian dan Kedisinian

Guru PAH-BP dalam pembelajaran dapat memberi tugas terukur sesuai dengan tujuan materi yang disampaikan kepada peserta didik. Kreativitas guru dalam memilih media dan metode mengajar pada masa pandemi Covid-19 adalah sangat penting. Memilih dan menetapkan metode pembelajaran sama artinya dengan memilih dan menetapkan tujuan pembelajaran, sebab metode memiliki signifikansi fungsional yang kuat dan terarah dengan tujuan pembelajaran. Untuk itu, kreativitas guru PAH-BP dalam memilih media dan metode pembelajaran daring menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam mengatasi tantangan guru dalam mengajar di masa Covid-19.

Menggunakan Metode Celepuk

Metode Celepuk adalah salah satu metode kekinian dan kedisinian yang diterapkan oleh guru PAH-BP di SD Bali Public School. Metode Celepuk berasal dari akronim kata ‘celep‘ dan ‘puk‘, kata ‘celep‘ memiliki arti ‘masuk’. ‘puk‘ memiliki makna ‘tepuk atau melihat’. Jadi Celepuk dalam konteks penguraian kata ini, memiliki subtansi maksud bahwa, sebagai kaum intelek yang melek, kita patut masuk dulu dalam dunia digitalisasi barulah dapat melihat semesta yang seutuhnya atau aplikasi IT yang selengkapnya.

Metode Celepuk merupakan metode/cara yang hadir ditengah pandemik Covid-19 yang dibilang baru dari biasanya, oleh karena penganut paham Celepukisme  baru menyadari dari tindakan membuat layangan Celepuk banyak ruas-ruas atau serat-serat semiotika yang perlu dirangsang pemikiran pembaca untuk menelaahnya sebagai bagian dari tindakan Karmajnana. Selain Penguraian secara redifinisi mengenai metode celepuk. Celepuk jika digariskan kepanjangannya yakni; “Ce” yang artinya Cermat, “le” memiliki makna luwes. “Pu” yang berarti peluang, dan “K” yang memiliki arti Kreatifitas. Maksudnya adalah kita selalu Cermat dalam memilih restorasi sebagai bagian inovasi dan kreatifitas agar sifat dari harapan pembelajaran hindu itu adalah luwes dapat tercapai secara maksimal.

Membangun Suasana Belajar Baru

Membangun suasana belajar yang sifatnya redifinisi atau keluar dari zona nyaman, sebagaimana yang telah dilakukan oleh guru PAH-BP. Dalam proses penyampaian materi pembelajaran, guru PAH-BP terus beriniovasi dan meningkatkan kualitas pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap proses pembelajaran saat ini. Harus siap untuk berbenah dan menggunakan metode yang baru. Sebagai contoh menggabungkan power point menjadi video dengan suara dan video dengan wajah asli. Mengunggah setiap aktivitas pembelajaran di youtube dan mengarsipkan semua dokument pada google drive, sehingga suatu saat dibutuhkan cepat bisa diakses.

Simpulan

Sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, menyebabkan dampak dikalangan dunia pendidikan. Permasalahan pendidikanpun muncul satu-persatu ditengah hantaman keras Covid-19 yang ada. Hasil observasi di SD Bali Public School dari Bulan Maret hingga September 2020 terkait dengan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) khususnya mata pelajaran PAH-BP menunjukan bahwa terdapat strategi dan tantangan nyata dalam proses pembelajaran daring (PJJ).

Tantangan yang dialami SD Bali Public School dimasa pandemi Covid-19 antara lain; Terbatasnya tatap muka antara pendidik dengan peserta didik, kurangnya SDM beberapa guru yang masih gaptek terhadap mengoprasikan computer maupun HP androidnya, ketika peserta didik dikirimkan video maupun soal berbasis online pendampingan orang tua dalam mendampingi anak-anaknya menjawab soal maupun belajar online kurang, karena orang tua siswa juga memiliki kesibukan yang lain. Keterbatasan dan belum canggihnya orang tua siswa juga dalam mengakses teknologi berbasis online yang diberikan oleh guru dari sekolah.

Adapun strategi yang dilakukan oleh SD Bali Public School dalam mengahadapi tantangan pembelajaran PAH-BP ditengah wabah pandemi Covid-19 ini adalah; Pemamfaatan media pembelajaran online, guru PAH-BP dalam melakukan proses pembelajaran selalu mempergunakan rasa, dan rasio, serta raga, dalam mengambil keputusan terhadap kesehatan pribadi yang dimiliki. Guru PAH-BP selalu berkreativiatas, memamfaatkan teknologi kekinian dan kedisinian, menggunakan metode celepuk, dan membangun suasana belajar baru.

Daftar Pustaka

KEMENDIKNAS. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Pendidikan Karakter. Jakarta: KEMENDIKNAS, Badan Penelitian dan Pengembangan Kurikulum.
KEMENDIKNAS. 2014. Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia. Penguatan Karakter Bangsa dalam literasi visual seri 1 – 7. Jakarta: Binar.
Paul Suparno, 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Plomp.1997. Educational and Training Sistem Design. Eschede: University of Twente.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Undang – Undang No. 23 tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
SE Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus Corona.

Sumber situs internet:

www.riaupos.jawapos.com

Link:

https://riaupos.jawapos.com/pendidikan/09/08/2020/236189/kreativitas-guru-pendidikan-agama-islam-di-masa-pandemi-covid19.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *